Penanganan Sakit Ginjal

Penanganan sakit ginjal biasanya dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Periksa dan diagnosa: pengenalan dini gagal ginjal (GG); 2)Kontrol: monitoring progresivitas GG; 3) Penyebab : deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan; 4) perlambat : melakukan intervensi pengobatan tindakan untuk memperlambat progresivitas GG; 5) Ginjal sensitive: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber; 6) Obati komplikasi; berikan terapi terhadap komplikasi GG dan 7) Terapi pengganti, rencanaan terapi pengobatan ginjal dengan terapi pengganti ginjal.

Pencegahan dalam penanganan sakit ginjal adalah prinsip-prinsip pencegahan sakit ginjal adalah sebagai berikut :

  1. Pada orang dewasa dengan ginjal normal : a. pada individu beresiko yaitu ada keluarga yang berpenyakit ginjal turunan seperti batu ginjal, ginjal polikistik atauu berpenyakit umum seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia (kolesterol tinggi), obesitas, gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut diatas, sekali-sekali kontrol/ periksa ke dokter/laboratorium. B. Individu yang tanpa resiko, hidup sehat, pahami tanda-tanda sakit ginjal : BAK (buang air kecil) tergganggu atau tidak normal, nyeri pinggang, bengkak mata.kaki, infeksi diluar ginjal ; leher/tenggorokan, berobat/control untuk menghindari : fase kronik/berkepanjangan.
  2. Pada orang dengan ginjak tergganggu ringan/sedang: ati-hati dengan obat rematik, antibiotika tertentu, dan jika terjadi infeksi maka obati segera, hindari kekurangan cairan (muntaber) dan lakukan control secara periodic, dan
  3. Ginjal tergganggu berat/terminal: terapi pengganti ginjal (renal replacement treatment).

Penanganan penyembuhan sakit ginjal oleh dokter biasanya adalah cangkok ginjal atau transplantasi ginjal merupakan prosesur rutin di beberapa rumah sakit di Indonesia. Rumah-rumah sakit yang telah rutin menjalankannya sesuai dengan kurva belajar atau learning curve akan makin terampil dan handal dalam melakukan prosedur transplantasi ginjal. Persiapan yang perlu ilakukan adalah melakukan inventarisasi data atau pemeriksaan pada pasien atau disebut resipien antara lain : golongan darahnya, tipe jaringannya, antibody-antibodi yang ada, penyakit-penyakit potensial misalnya tuberkulosam hepatitis virus cytomegalo (CMV), pemeriksaan fungsi-fungsi organ lain misalnya jantung, hati dan sebagainya. Juga pemeriksaan keadaan pembuluh darah tempat menempelnya ginjal dan berbagai hal tentang kondisi kesehatannya. Biasanya pasien telah mengalami hemodialisis sehingga keadaan fisiknya menjadi optimal menghadapi operasi dan pengobatan-pengobatan lain.

Berikutnya adalah pemeriksaan terhadap pemeriksaan terhadap donor ginjal. Di Indonesia dan beberapa Negara lain, ginjal seperti juga darah dilarang untuk diperjualbelikan. Rumah-rumah sakit yang melakukan transplantasi ginjal akan meneliti donor apakah ada kemungkinan yang bersangkutan menjual ginjalnya kepada resipien. Tentu yang paling banyak adalah donor berasa dari atua mempunyai hubungan family dengan resipien. Donor akan diperiksa kesehatannya secara umum dan khsuus, baik fisik dan mental. Mulai dari golongan darahnya, golongan darah yanh sama tentu yang terbaik.


=====================================

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Ginjal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>